Hallo sobat...

Kalian pas ngomong sesuatu itu mikirin perasaan lawan bicara kalian gak, sih? Dulu aku gak kepikiran, hingga pada suatu masa, ada seorang teman yang whatsapp. "Aku sakit hati sama omongan kamu tadi?!". Semenjak WhatsApp dari temanku itu, aku berhati-hati sekali setiap mau ngomong sama lawan bicara, gak cuman pas mau ngomong, mau update di sosmed juga suka dipikirin lagi. 

Sometime omongan kita ini menyakiti hati orang lain loh?! Kita gak tau dia sedang mengalami apa, sedang memperjuangkan sesuatu atau sedang berdamai dengan keadaan apa. Kita gak tau. So lewat tulisan ini, aku mau ngasih tau cara, agar kita  terhindari dari basi-basi (busuk). 

Esmeralda dan Thumbelina ketemu di toko parfum. Dari kejauahan Thumbelina sudah mbatin Itu kaya Esmerlada deh, tapi kok dia sekarang gendutan ya??!. Kemudian Thumbelina menyapa Esmerlda.

"Hei,, Esmeralda??? Kumaha damang?"
"Eh.. Thumbelina, Alahmdulillah kabarku apik. Kalau kamu?"
"Iya Alahmdulillah, ya kaya yang km lihat ini lah, Es. Eh kok kamu kok ~~~~"
(sebelum dia melanjutkan pertanyanya langsung tanya balik) Eh.. Thumb, beli apa?? Ini ni, thumb enak wanginya segeeer... kalau aku sih suka yang malikat subuh, ya kadang-kadang juga pake yang victoria screet."
"Kalu aku lebih seneng yang aroma buah-buah gt, es. Eh es kamu kok tambah~~~" 
(Jangan beri dia kesempatan untuk basa-basi (busuk)"iki looh ada yang baru  Bulgari Rose, wangine seger loo... enak tenan. wes coba ??"
"Hehe iyaa, wangi.. harum. Es kamu ini, kok keliatan makin sub~~~" 
(ada yang jemput esmeralda) "ehhh Thumb aku duluan yaaa, itu Fernandezz dah jemput, see you Thumb".

Intinya adalah, jangan beri kesempatan dia untuk mengomentari atau berbasa-basi yang tidak penting. Dari pada kesel kan yaaa. Mending dialihkan aja pembicaraanya.

Tapi, Kalu misalnya kamu nyaman ditanya-tanya gitu ya jawab aja, seloww. Kalau aku sih tergantung siapa yang tanya, kalau sudah ikrib ya aku jawab dengan senang hati. Kalau baru ketemu lagi setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian  ya aku emoh lah ditanya-tanya gitu.




0 Comments