Seminggu aku tahan rasa sakit yang luar biasa. Dari sesak nafas berasa asma, dada nyeri kalau nafas sampai ngerasa takut kalau mau tidur, takut kalau tiba-tiba nafasnya berhenti. Tapi sok taunya aku, masih yakin kalau itu masalahnya asam lambung. Padahal batuk yang hampir 4 bulan gak sembuh-sembuh itu aku seolah lupa. 

Kemudian aku curhat sama seli, seli nyaranin untuk ke dokter penyakit dalam dr.Paula namanya, di Ujung Berung. Dengan kebaikan seli aku dianter ke dokter Paula itu, yang antri banyaaaak banget, jadi Ibu dokter ini idaman banget kayaknya, setelah menunggu dari jam 13:00 WIB sampai jam 16:30 WIB akhirnya aku di panggil. Ibu dokter tanya apa yang dirasain, aku curhat dari muntah setiap pagi, cuman sikat gigi aja muntah, lalu batuk yang gak sembuh-sembuh. Kemudian ibu dokter nebak 

"berat badan turun gak?
turun banget dok"

"kalau malam kringetan??
iya banget dok"

"demam gak?
setiap malem dok demam"

Suka minum kopi?
ahh suka banget"

Kemudian ibu dokternya senyum, ya aku senyum balik lagi. "Sekrang aku kasih obat untuk mualnya ya, terus besok balik lagi bawa hasil rontgen",kata ibu dokter gitu sambil nulis surat rujukan. Deg!! APA!! Rontgen?? emang sakitnya parah ya? Dan aku selalu mikir segala yang berbau dengan rontgen berarti sakitnya parah. Berusaha gak panik tanya sama ibu dokter "dimana ya dok, rontgen yang (murah) bagus?" Di prodia bagus, atau di RSUD juga bisa. Keluar ruang praktik dengan perasaan berkecamuk "Ya Rabb hamba sakit apa?".

Bilang sama seli, besok minta anterin lagi ke Prodia tapi gak jadi akhirnya sama Dinda. That's my frist time rontgen, eh tapi malam pas besoknya rontgen, aku udah murung gitu dikosan dengan tulisan dokter yang gak bisa kebaca itu, aku mikir keras ini apa bacaanya, kemudian datang ikem keluarga dia itu keluarga kesehatan jadi dia bisa baca tulisan itu. Dengan hebohnya dia langsung puk puk aku "mb mif, pokoknya mb mif harus banyak minum susu, ya pokoknya mb mif harus banyak minum susu." Apaan sih si ikem dalam hati. 

"Emang bcaanya apa?"
"(sambil nunjukin) nih yang ini bronkitis dalam kurung TB"

Jduarrrrr!! HAH!! TB?? Ya Rabb Cobaan Mu. Aku ya sedih, ya ingin nangis ya udah nangis sih. "Besok aku tanya kakak aku dulu mba mif, pokoknya sekrang mb mif banyakin minum susu", kata ikem kemudian. Aku udah gak sabar besok pagi, ingin tau apa kata kknya ikem, besok paginya bener apa yang ikem baca dan kknya baca itu sama. Well, aku mencoba menerima tapi masih minta yang terbaik sama Allah, but karena kids zaman now aku udah srounding ke dunia maya bahwa aku sakit TB. 

Singkat cerita hasil rontgen keluar. jeng jeng, ternyata ada bercak di paru paru kiri agak ketengah. Nama kerenya Broochitispeunomia, ya ampun dulu aku baca itu di buku biologi SMA pas bagian penyakit yang menyerang paru-paru sekarang, merasakan sakitnya.

Terus kok kamu mau JEDA segala sih?

Gaes kata bu dekter "sehat dulu aja, kamu pasti lulus kok"
iya sakit itu juga bisa karena psikologis kita lagi gak baik, dan jujur aku emang stres banget skripsian ini, sehingganya sulit tidur, makan ndak teratur. Dan akan dengan mudahnya bakteri dan virus masuk ke tubuhku. Karena sakit yang tiba-tiba jadi aku mau JEDA dulu. "Kuat dilakoni-ra kuat  tinggal ngaji". Maksudnya tiada daya upaya aku sebagai manusia, yang ngasih kesembuhan Allah SWT.

OKE, teman-teman nikmat sehat itu nikmaaat sekali, harus dijaga. Badan kita juga punya hak untuk istirahat, semangat boleh tapi kalau sampai mendzolimi badan kita dengan tidak memberikan haknya, ya itu juga gak baik.

Alhamdulilah aku legaaaa banget udah bisa nulis ini....

NB: Terimakasih buat semua yang sudah terlibat dalam proses kesembuhan aku : Teman-teman kos syafira + ibu nia, Ranger Pink yang selalu kasih hal-hal lucu jadi aku gak sedih, mahmud yang mau aku ceria lagi, seli yang siap sedia anter ke dokter, endah yang perhatian (kada berlebihan), nufus Go-Food yang siap sedia. Dinda, Widiya, Seto tempat berkeluh kesah, Dan All of you gais yang udah mendoakan dan tak henti-hentinya meberikan semangat. 

Ayah ibu di Lampung aku punya mereka jangan khawatir. Banyak yang sayang sama kk disini.

Mifta
Bandung, 20 Oktober 2017



0 Comments