Pertanyaan yang sederhana bahkan, tidak terpikir.
18 juli 2017, kami ujian komprehensif. Kami di uji dapat apa aj kami selama 4 tahun kuliah di UIN. Ada 3 Majelis, Majelis 1 keagamaan (segala pemahaman kita tentang bidang yang kita geluti dan apa hubungnya dengan islam, serta Al-Qur'an), Majelis 2 Keinformatikaan 1 dan Majelis 3 Keiinformatikaan 2. Yang menari di UIN ada yang membedakan dan ada pertanyaan-pertanyaan yang menyadarkan "percuma kamu jago ngoding, kalau gak bisa ngaji". Simplenya gitu.

Majelis 1 ini pertanyaanya keseharian banget, kalau dosen pengujinya pak Dekan. Diajak ngobrol

"Kamu tadi sholat subuh jam berapa?"

"Di masjid atau egak?"

"Udah sholat duha belum?"

"Ramadhan kemarin gimana?" Target khatamanya berhasil gak?"

"Kalau sering ngaji kok tajwidnya masih salah?"

"Udah puasa syawall belum?"

Pertanyan yang begitu dekat tapi kalau tidak sesuai kenyataan ya gelagepan juga jawabnya. Ujian kompre kemarin benar-benar tamparan, sekaligus motivasi. Masih banyak yang harus dipelajari lagi, kita ini insan bukan seekor sapi. Jadi... jiwa juga butuh ilmu gak cuma otak saja. Apa bedanya lulusan UIN dengan lulusan kampus lain kalau dari hal-hal keci tadi tidak pernah dilaksanakan???


0 Comments