Menemukan judul skripsi. 
Ini sebagai pengingat buatku yang mau sempro hari selasa 18 april 2017. Kalau nanti penguji tanya 

Bapak dosen penguji : coba ceritakan bagaimana kamu bisa akhirnya memilih judul ini sebagai judul skripsi mu?

ini ceritaku pak :

Berawal dari bulan Desember 2016, tepatnya akhir desember seingatku. Aku berjanji pada diriku sendiri, "pokoknya sebelum pulang harus udah punya judul yang fix". Setelah melakukan pencarian dengan merenung apa yang menjadi minatku, akhirnya terpilihlah sebuah topik tentang SIG (Sistem Informasi Geografis) dan pendidikan. Kenapa pendidikan? aku tertarik dengan dunia pendidikan, ya bisa jadi karena ayah dan ibuku guru dan aku dikelilingi oleh para pendidik. Sehingganya aku tertarik. Ketika mengajukan ide awal ini, pas mata kuliah Metodologi Penelitian (metlit), dosenya pak cepy ganteng *miftaaa fokus.

Dikelas metlit aku menyampaikan topik dan latar belakang kenapa aku ngambil ini, bapaknya bilang oke, bagus tapi saya pernah buat itu untuk di garut. Untuk sekolah Isteri saya. Nah dari situ aku sedikit ciut mentalnya "duuuh, gimana yaa". Bapaknya lanjut lagi "UAS nya proposal ya, dan yang akan mendapatkan nilai adalah proposal yang sudah di submit ke jurusan." 
woooooh gimana kalau gak diterima pak? yaaa kamu ngulang, tahun depan. Bapaknya becanda, nilai akhir keluar dapet B. Selang beberapa minggu temanku namanya carda, ngajakin ke pak un untuk konsultasi judul. Kenapa dia ke pak un dan aku mau ikut?? aku pikir masih sebatas ngajuin judul it's oke. Pak un bilang kalau sistem informasi gak masuk ke kk (kelompok kajian) beliau, tapi pak un bilang juga judulnya oke bagus, coba ke kk lain. Nah, itu masalahnya, belum Pe De kalau harus ke kk lain. Pak un itu dospem dari semester awal jadi udah bapak banget buatku (walaupun jarang bales wa anaknya *aku). Setelah melakukan perenungan lagi aku memilih dosen di kk lain yang kira kira cocok dengan kk ku. Rupanya bapak ini sebut saja pak X, malah aku rasa memperkeruh suasana hati dan pikiran dan macem-macem laaah. Aku jadi pusing, akhirnya aku mikir "kudu dimudikeun heula, ieu mah." Tanpa pikir panjang sore harinya diiringi lagi SO7 yang berhenti berharap aku pulang ke Lampung, kampung halaman. Berjanji pada diri sendiri nanti akan menemukan pencerahan di rumah. Manusia hanya berencana dan Allah yang menentukan, sudah bisa ditebak aku dirumah ngapain?? ya you know laaahhh.

Kembali ke Bandung dengan perasaan bersalah, sama diri sendiri karena lagi-lagi gagal memenuhi janji. Lebih syoknya lagi temanku UP bulan januari. Tapi aku senang  karena dia terancam wisuda. Selamat Frend. Doakan aku segera menyusul. Amminn
Sampai bandung, sibuk ngurusin mau KKN, gak kepikiran lagi lah itu UP. Fokus KKN, baiarkan teman-teman yang lain, semakin banyak yang UP di bulan Februari hingga Maret, biarkan semakin bertambah yang terancam wisuda dan Do'akan aku segera menyusul. Obrolan teman-teman KKN semakin menyebalkan ketika mereka malah bersiap untuk kompre dan sibuk bolak-balik bandung, ya aku inilah sebenarbenarnya mahasiswa KKN yang gak balik-balik bandung, yang seolah-olah melupakan kehidupan kampus.

Sepulangnya KKN, euforia KKN itu mash kerasa, masih leha-leha di dua minggu awal. Jurusaku yang sangat perhatian dengan mahasiswanya, kembali mengadakan sosialisasi yang intinya biar angkatan 13 ini gak leha-leha, digugah "woy kapan mau lulus???". Beres acara sosialisasi kembali aku melakukan perenungan, memilah dan memilih apa yang cocok buatku. Aha! aku pilih media pembelajaran. Alasanya karena aku suka main game, game Candy Crush. Sederhana yaa. Kenapa pembelajaran?? Aku sudah bilang aku tertarik dengan dunia pendidikan, FYI nanti S2 ingin ngambil pendidikan looh boleh gak???  Tapi... setelah ngobrol dengan beberapa dosen, aku kembali ragu dan aaahhh disuruh revisi aku malah ganti judul dan pindah kk. bhahahha.

Kemudian aku kembali menemui pak un, kali ini dengan tema yang sesuai dengan kk pak un. Pak un tanya latar belakangnya apa? Kemudian aku jelaskan disertai jurnal-jurnal yang memperkuat hipotesaku. Bapaknya bilang bagus, coba cari bedanya punyamu dengan punya orang lain. Pak X pernah bilang skripsi itu be first, be best, be different. Untuk jadi yang pertama gak mungkin, jadi yang terbaik gak bisa, nah maka dari itu jadilah yang berbeda. Oke, dengan mengambil study kasus yang berbeda, dan berani ngambil resiko untuk pake bahasa pemograman yang baru buatku dengan keyakinan gak akan ada yang gak mungkin kalau kita mau usaha. Dan Allah sebagaimana prasangka hambanya, Yakin we dulu, itu! Aku buat proposalnya, aku minta kirimin buku sama ayah yang langsung diusahakan sama ayah hari itu juga, pas nge wa ayah sampe nangis, ngerepotin terus ya yah gak dirumah gak di bandung. Riset untuk menguatkan dan jadilah proposal yang kemudian di ttd pak un, kajur dan disetorkan ke TU, dan ini yang lagi di tangan bapak itu hasil pencarian saya. 

Bapak : kalau kamu yakin, lanjutkan!!
Aku : Siap lanjutkan (balik kanan kembali ke tempat) 

Berikan yang terbaik Ya Rabb

0 Comments